Tentang Menulis (2)

sumber gambar: http://go-livestock.blogspot.co.id/

Saya terpaksa menulis, menulis dengan berbagai tekanan dari guru, orang tua, serta tekanan dari diri saya sendiri. Sewaktu kecil ada tanda tanya besar yang selalu bergelayut dalam pikiran saya, kenapa saya harus menulis? Untuk apa saya menulis? Saya tidak pernah menolak ketika guru maupun orang tua saya menyuruh saya menulis. Saya menulis bukan karena suka, bukan karena menulis ini menyenangkan. Bagi seorang anak kecil seperti saya waktu itu menulis masih kalah pamornya dibandingkan dengan main sepak bola. Menulis adalah kegiatan membosankan yang saya ragu bisa tertawa karenanya. Saya masih percaya kalau membaca bisa membuat saya tersenyum dengan gaya bahasa dan alur cerita yang menggelitik. Tetapi tidak demikian halnya dengan menulis. Kebosanan akan melanda saya ketika mencoba menulis, saya menulis dengan terpaksa dengan tekanan dari orang-orang tua yang cerewet.Menulis adalah perbuatan tidak berguna yang menyita waktu dan tenaga. Saya semakin benci dengan menulis karena guru selalu memaksa saya untuk melakukannya. Apalagi menulis dengan pena, menulis di buku catatan kucel yang saya bawa setiap hari, menulis mengikuti kecepatan bicara guru-guru yang seperti anjing gila dikejar ketera api. Saya muak dengan segala hal yang berbau menulis. Mencatat pelajaran yang sudah ada di buku, mengerjakan tugas sekolah, membuat jadwal pelajaran. Semua hal itu menulis, dan saya muak dengan berbagai omong kosong tentang menulis.
Suatu hari saya jatuh hati pada teman sekelas, sebut namanya Siti. Dia gadis dengan senyum manis penuh pesona, saya beranikan diri untuk ungkap semua rasa ini. Saya nyatakan bahwa saya menyukai senyumnya. Seperti dugaan awal cinta saya bertepuk sebelah tangan. Tentu saja saya terluka, dan saya tidak tahu harus pada siapa mengadukan segala gundah ini. Mungkin Tuhan masih mau mendengar curhat alay saya. Tetapi saya malu jika harus curhat pada pencipta saya. Saya pun menulis, menulis karena patah hati, menulis segala keresahan saya. Semua hal yang membuat saya gelisah, tertuang pada kertas kosong, tisu toilet, dokumen Ms. Word, serta media lainnya. Ternyata menulis tidak semembosankan yang saya duga. Setelah membuat beberapa tulisan, saya mulai jatuh cinta pada menulis. 

Tentang Menulis (2) Tentang Menulis (2) Reviewed by Asep Nanang on April 27, 2016 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.